Langsung ke konten utama

Sejarah Orang Selandia Baru

Judul: The Making of New Zealanders
Penulis: Ron Palenski
Penerbit: Auckland University Press, 2012
Tebal: viii+382 halaman
ISBN: 978-1-86940-726-1

Pada awalnya, hanya suku Maori yang menyandang predikat orang Selandia Baru (The New Zealanders). Penduduk lainnya adalah para imigran dari daratan Eropa. Masa 1880-an, seiring tumbuhnya generasi baru, laki dan perempuan, yang lahir di Selandia Baru, pemahaman itu berubah. Identitas warga negara menempatkan Selandia Baru sebagai tanah kelahiran, disertai komitmen untuk setia dan mengabdi pada negaranya.

Rasa memiliki dan bertanggung jawab tidak hanya tercermin melalui identifikas pada lingkungan fisik dan batasan geografis tanah air, namun juga melalui waktu. Dimensi ini meletakkan seseorang berbeda dengan orang lain yang berada di tempat berbeda. New Zealand adalah negara yang merintis pembakuan waktu tunggal. Keseragaman yang mulanya untuk alasan pragmatis, menjadi instrumen sentralisasi dan pemersatu. Ini menandai langkah menuju modernitas dan identitas nasional yang menjadi faktor menguntungkan untuk memisahkan diri dari wilayah Australia lainnya.

Studi doktoral penulis ini menunjukkan Selandia Baru secara bertahap membangun citranya sebagai sebuah bangsa yang berbeda, tidak tergantung dan tidak berkiblat pada New South Wales, dan Inggris. Ia menjadi negara pertama di dunia yang memberikan hak pada perempuan untuk memilih. Selandia Baru juga memberikan pengakuan kepada Maori sehingga suku ini mempunyai perwakilan di parlemen. (THA/LITBANG KOMPAS)



Sumber: Kompas, Tanpa tanggal



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arek-arek Soerobojo Hadang Sekutu

Mengungkap pertempuran bersejarah 10 Nopember 1945 sebagai mata rantai sejarah kemerdekaan Indonesia, pada hakekatnya peristiwa itu tidaklah berdiri sendiri. Ia merupakan titik klimaks dari rentetan insiden, peristiwa dan proses sejarah kebangkitan rakyat Jawa Timur untuk tetap melawan penjajah yang ingin mencoba mencengkeramkan kembali kukunya di wilayah Indonesia merdeka. Pertempuran 10 Nopember 1945--tidak saja merupakan sikap spontan rakyat Indonesia, khususnya Jawa Timur tetapi juga merupakan sikap tak mengenal menyerah untuk mempertahankan Ibu Pertiwi dari nafsu kolonialis, betapapun mereka memiliki kekuatan militer yang jauh lebih sempurna. Rentetan sejarah yang sudah mulai membakar suasana, sejak Proklamasi dikumandangkan oleh Proklamator Indonesia: Soekarno dan Hatta tgl 17 Agustus 1945. Rakyat Jawa Timur yang militan berusaha membangun daerahnya di bawah Gubernur I-nya: RMTA Soeryo. Pemboman Kota Hiroshima dan Nagasaki menjadikan bala tentara Jepang harus bertekuk lutut pada ...