Langsung ke konten utama

Belanda Diminta Luruskan Sejarah

JAKARTA (Media): Pemerintah Belanda diminta meluruskan sejarah Indonesia yang menyebut proklamator Soekarno sebagai pengkhianat, sedangkan Raymond Westerling dinilai sebagai pahlawan.

Permintaan itu disampaikan pada diskusi sehari bertajuk Indonesia Menggugat yang diselenggarakan Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) di Jakarta, kemarin.

Sebagai pembicara, aktor Ray Sahetapy mengatakan sejarah yang memutarbalikkan fakta sangat mengganggu kehormatan Indonesia selaku bangsa berdaulat. Apalagi pendiri bangsa Indonesia disebut dalam sejarah Belanda sebagai pengkhianat.

"Kapten Raymond PP Westerling yang membantai banyak orang di Sulawesi Selatan (Sulsel) justru diangkat dan dihormati sebagai pahlawan perang di Belanda," ujar Ray.

Sebagai ketua ormas Gerakan Kebangkitan Nusantara (GKN), Ray mengharapkan sejumlah ormas juga bergabung untuk menggugat pemerintah Belanda untuk mengembalikan harta karun Indonesia yang diboyong pada masa penjajahan.

"Kita akan mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyampaikan keinginan rakyat Indonesia ini langsung ke pemerintah Belanda. Karena, kita mendengar Presiden akan berkunjung ke Belanda," ujar Ray.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat KUKB Mulyo Wibisono dan Ketua KUKB Batara R Hutagalung menilai tentara Belanda telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat dengan membantai ribuan penduduk sipil selama berlangsung agresi militer Belanda dalam rentang waktu 1945-1950.

Karena itu, kata Mulyo, KUKB akan menuntut pemerintah Belanda untuk segera memberikan kompensasi kepada para janda dan korban pembantaian dan pelanggaran HAM berat yang telah dilakukan tentara Belanda di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk melakukan tekanan kepada pemerintah Belanda dan mendesak pemerintah Indonesia, sejumlah ormas sedang menyiapkan diri untuk berdemo ke Kedutaan Belanda. (Win/H-2)



Sumber: Media Indonesia, 10 Agustus 2007



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Arek-arek Soerobojo Hadang Sekutu

Mengungkap pertempuran bersejarah 10 Nopember 1945 sebagai mata rantai sejarah kemerdekaan Indonesia, pada hakekatnya peristiwa itu tidaklah berdiri sendiri. Ia merupakan titik klimaks dari rentetan insiden, peristiwa dan proses sejarah kebangkitan rakyat Jawa Timur untuk tetap melawan penjajah yang ingin mencoba mencengkeramkan kembali kukunya di wilayah Indonesia merdeka. Pertempuran 10 Nopember 1945--tidak saja merupakan sikap spontan rakyat Indonesia, khususnya Jawa Timur tetapi juga merupakan sikap tak mengenal menyerah untuk mempertahankan Ibu Pertiwi dari nafsu kolonialis, betapapun mereka memiliki kekuatan militer yang jauh lebih sempurna. Rentetan sejarah yang sudah mulai membakar suasana, sejak Proklamasi dikumandangkan oleh Proklamator Indonesia: Soekarno dan Hatta tgl 17 Agustus 1945. Rakyat Jawa Timur yang militan berusaha membangun daerahnya di bawah Gubernur I-nya: RMTA Soeryo. Pemboman Kota Hiroshima dan Nagasaki menjadikan bala tentara Jepang harus bertekuk lutut pada ...