Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 1985

Indonesia Raya dari Waktu ke Waktu

TAK lama setelah menyatakan kemerdekaan, bangsa Indonesia "diguncang" oleh sebuah pernyataan. Sekitar tahun 1950-an, musikolog Amir Pasaribu (almarhum) meragukan keabsahan lagu Indonesia Raya  karya Wage Rudolf Supratman. Tuduhan utama, lagu kebangsaan itu merupakan hasil plagiat dari gaya off beat Pinda-Pinda  atau Lekka-Lekka . Lagu-lagu itu sendiri dimainkan orang di Belanda.  Tapi, benarkah lagu ciptaan W. R. Soepratman itu merupakan plagiat? "Semula saya terangsang juga untuk mencari kebenarannya, tetapi tidak ketemu-ketemu. Dan saya sendiri belum pernah mendengar bagaimana Off Beat Pinda-Pinda  atau Lekka-Lekka  itu. Sulit untuk mengatakan betul tidaknya sebagai hasil plagiat," ujar Remy Silado, pengamat musik. Kalau pun merupakan plagiat, Remy pun mengharap untuk tidak merisaukannya. Sebab lagu yang seringkali sudah dianggap sebagai national anthem  oleh suatu bangsa, seringkali merupakan hasil karya orang lain. Kimigayo  (lagu kebangsaan Jepang...

Kisah-kisah Sekitar Aksi Militer I (1947)

KISAH-kisah di bawah ini aslinya berasal dari pihak Belanda, musuh Republik di masa revolusi 1945-1950. Kecuali kisah-kisah di bawah ini para penulis Belanda juga banyak menampilkan foto dokumenter. Mereka memang memiliki banyak juru potret, sedangkan pihak Republik, akibat isolasi selama Perang Dunia II dan revolusi, tidak selalu mempunyai juru potret di medan perang. Kesadaran akan dokumentasi dan pengelolaannya juga dapat kita lihat dari lebih teraturnya penyimpanan koleksi dokumen Belanda, sehingga setiap diperlukan untuk penulisan mudah dicari kembali oleh para peneliti dan penulis. Kisah-kisah yang dilaporkan pun tampak diusahakan untuk sejauh mungkin obyektif. Ada humor dan kejenakaan, karena dikisahkan kembali setelah ada jarak-waktu yang cukup dengan saat peristiwa terjadi. Laporan Wartawan Belanda Kekacauan di daerah Republik makin bertambah. Dari seberang garis demarkasi, datang berita-berita tentang ketidakamanan. Berbagai kelompok bersenjata saling bertempur. Di deka...

Agustus 1945 : Belanda Dihadang Berbagai Kesulitan untuk Segera Kembali ke Indonesia

Oleh : Wasono BERITA-BERITA bahwa fihak Jepang akan menyerah telah tersebar dan membuat kubu fihak Sekutu gembira. Akhirnya perang yang telah membawa korban jutaan manusia itu akan selesai. Namun di samping kegembiraan, salah satu negara anggota Sekutu, yaitu negeri Belanda, merasa khawatir dan resah memikirkan kesulitan-kesulitan maha besar yang dihadapinya untuk dapat segera kembali ke Hindia Belanda, bekas jajahannya. Kalau kita simak kembali peristiwa-peristiwa di bulan Agustus 1945 dari sudut kubu Belanda, maka kesulitan-kesulitan yang dihadapi Belanda tersebut, merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa kepada bangsa Indonesia. Dengan sulitnya Belanda untuk segera datang kembali ke Indonesia, maka proklamasi kemerdekaan Indonesia dapat dilakukan dengan segera dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan mendapatkan modal berupa senjata yang akhirnya kelak akan bermuara pada pengakuan kemerdekaan Indonesia di bulan Desember 1949. Koordinasi sulit Kesulitan Belanda yang pertama adala...