Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 1981

Di Belakang Rahasia Jepang Menjanjikan Kemerdekaan Indonesia

Oleh : Djamal Marsudi. 1. Di semua medan pertempuran pasukan-pasukan Jepang terdesak mundur dan hancur. 2. Di daerah pendudukan Jepang timbul pemberontakan-pemberontakan. 3. Di negeri Jepang sendiri timbul krisis politik dan ekonomi. Pada waktu pecahnya perang Pasifik tanggal 8 Desember 1941, pasukan-pasukan Jepang dalam waktu yang singkat dapat merebut dan menduduki kota-kota besar Hongkong, Philipina, Singapura dan Pulau Jawa dapat direbut dalam waktu satu minggu. Taktik dan cara-cara penyerbuan pasukan Jepang di kala itu sungguh sangat menakjubkan dunia, terutama Inggeris, Amerika Serikat dan negeri-negeri Sekutunya. Indonesia yang masih bernama Hindia Belanda yang belum diinjak oleh tentara Jepang hanya kota Merauke yang ada di Irian Jaya, sedangkan kota-kota lainnya dari Sabang sampai Hollandia yang namanya sekarang Jayapura telah diduduki tentara Jepang. Malahan di Hollandia dan pulau Biak inilah beribu-ribu tentara Jepang dan Amerika Serikat yang telah tewas. Pada permulaan tahu...

Mengenang Palagan Surakarta 7-10 Agustus 1949: Perlawanan Heroik Kalahkan Tank-tank dan Pembom Belanda

Oleh: Mansur Natsir TAHUN 1948, Belanda mengadakan Agresi Militernya yang ke-II. Penyerangan secara besar-besaran dan mendadak itu dilakukan Belanda di berbagai kota yang dikuasai Pemerintah RI waktu itu, termasuk Solo. Di Solo, Belanda mengadakan pembersihan terhadap penduduk, laki-laki, wanita, dan bahkan anak-anak yang masih ingusan. Sasaran pembersihan di Kota Solo terutama dilakukan di daerah Gading, Pasar Pon, Danukusuman, Penumping, Kestalan, Cinderejo, dll. Namun, apa yang dilakukan Belanda sebagai tindakan kekejaman itu, tidak membuat Pemuda menjadi keder dan ciut nyalinya. Melainkan jadi tambah gigih. Kota Solo berhasil dikuasai lebih dari separo oleh pejuang. Walaupun Belanda tidak berhasil dihalau ke luar kota (meninggalkan Kota Solo) karena dilindungi perlengkapannya yang serba modern, namun, mereka sudah tidak berkutik lagi. Hanya tinggal di tangsi-tangsi dan rumah-rumah. Korban di pihak musuh cukup besar. Waktu itu, Solo dimasuki dari empat jurusan yang membuat Belanda j...