PADA bulan Maret semasa tahun 1946 dan 1952, Pulau Jawa pernah dihebohkan dengan isu munculnya kapal selam misterius di pantai selatan. Namun, peristiwa heboh munculnya kapal selam misterius yang terjadi pada Maret 1946, segera terlupakan zaman karena esok harinya kejadian lebih besar muncul, yaitu di Kota Bandung berupa peristiwa Bandung Lautan Api pada 23 Maret 1946. S URAT kabar The Dubbo Liberal and Macquarie Advocate terbitan New South Wales, Sabtu, 23 Maret 1946, yang arsipnya tersimpan di National Library of Australia memunculkan berita berjudul "Reported Alien Submarine Off Java". Diberitakan, pada Jumat, 22 Maret 1946, muncul kabar heboh terlihatnya kapal selam misterius yang diyakini milik Uni Soviet sedang berlabuh di perairan selatan Pulau Jawa. Berita serupa muncul di surat kabar The West Australian terbitan Perth, Australia Barat. Koran itu mengabarkan lebih lengkap, dengan mengutip Kantor Berita Inggris Reuters, informasi heboh munculnya sejumlah kapal selam ...
P olongbangkeng di Kabupaten Takalar, kini nyaris tak dikenal lagi generasi muda di Sulawesi Selatan. Lagi pula, tak ada yang istimewa di kota yang terletak sekitar 40 kilometer dari Ujungpandang, kecuali jika harus melongok ke masa lalu--masa-masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Dulu, setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Polongbangkeng jadi pusat perjuangan mendukung Proklamasi oleh pejuang-pejuang Sulsel. Ketika NICA mendarat diboncengi tentara Belanda, Polongbangkeng pula yang jadi basis pejuang mempertahankan kedaulatan RI di tanah Makassar. Para pejuang yang bermarkas di Polongbangkeng berasal dari berbagai daerah seperti Robert Wolter Monginsidi (Minahasa), Muhammad Syah (Banjar), Raden Endang (Jawa), Bahang (Selayar), Ali Malaka (Pangkajene), Sofyan Sunari (Jawa), Emmy Saelan dan Maulwy Saelan (Madura), dan tentu saja pahlawan nasional pimpinan Lasykar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS) Ranggong Daeng Romo. Pada akhir Agustus 1945, Fakhruddin D...