Langsung ke konten utama

KASUS WESTERLING: Belanda Tindak Lanjuti

JAKARTA, KOMPAS -- Menteri Luar Negeri Belanda Frans Timmermans memerintahkan pengacara Kemlu Belanda segera menindaklanjuti gugatan 10 janda korban Westerling di Sulawesi Selatan. Timmermans memutuskan hal itu setelah gugatan korban Westerling tanggal 13 Juli 2012 tidak kunjung mendapat kepastian hukum dari Pemerintah Belanda.

Situs resmi Pemerintah Belanda, www.rijksoverheid.nl, pada 26 April memuat keputusan Timmermans itu. Ia memerintahkan pengacara pemerintah untuk menemui pengacara 10 janda korban Westerling untuk membahas tuntutan ganti rugi dan permintaan maaf.

Ketua Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) di Belanda Jeffry Pondaag, yang ditemui di Jakarta, Jumat (3/5), mengingatkan, ada ucapan yang berbeda dari Menlu Timmermans soal kejahatan perang yang ditanggapi dengan penyesalan (spijtbetuiging). Padahal, dalam upacara pada Desember 2011 di Rawagede, Bekasi, Duta Besar Belanda untuk Indonesia Jonkheer Tjeerd de Zwaan sudah meminta maaf (excuse).

Para janda korban yang bermukim di Bulukumba, Sulawesi Selatan, diwakili pengacara Lisbeth Zegveld di Belanda. Sebelumnya, Lisbeth memenangi gugatan koban pembantaian Rawagede, Bekasi, pada 2011. Hingga kini sudah ada 21 pihak yang menjadi penggugat bersama 10 janda korban Westerling, termasuk Yayasan KUKB.

Sejauh ini, menurut Pondaag, pihak korban menunggu tindak lanjut pengacara Pemerintah Belanda yang sudah diperintahkan Timmermans untuk mendatangi Lisbeth dan segera mencari penyelesaian.

Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Siti Noor Laila mengatakan, pihaknya mendukung seluruh upaya KUKB dan bisa bekerja sama, termasuk dengan kelompok masyarakat sipil lain yang mendata korban perang kemerdekaan RI. (ONG)


Sumber: Kompas, 4 Mei 2013


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekali Peristiwa di Bojongkokosan (2-Habis) Ironi di Bekas Lokasi Pertempuran

KEMARIN , semburat kesedihan tertampak jelas di wajah Satibi. Saat itu, ia tengah mengikuti peringatan Hari Juang Siliwangi di Lapangan Palagan Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Pria 94 tahun itu merupakan salah satu pelaku sejarah peristiwa heroik yang berlangsung 68 tahun silam. Ingatan Satibi melayang jauh ke belakang. Ia mengenang kawan-kawan seperjuangan yang telah mendahuluinya. Kenangan itulah yang membuat Satibi sedih. Namun, ia mencoba tegar. "Walaupun kadang lupa, kenangan pertempuran Bojongkokosan masih teringat. Kami melakukan penghadangan di sekitar tebing Bojongkokosan hingga ke Kota Sukabumi. Di sini, sejumlah teman dan saudara seperjuangan gugur," katanya. "Kami tidak rela tanah air ini kembali diinjak-injak Belanda." Beberapa hari sebelumnya, "PR" sempat menemui Satibi di kediamannya yang bersahaja di salah satu sudut Museum Bojongkokosan. "PR" juga menyambangi Sholeh, salah satu pelaku sejarah pertempuran ...

Kanguru dalam Permesta

Australia dan Amerika sesungguhnya belum berubah dalam memperlakukan rezim politik dan militer Indonesia. B ISIK-bisik itu sudah lama terjadi di kalangan sejarawan: bahwa Amerika dan Australia terlibat dalam PRRI/Permesta. Beberapa buku yang pernah terbit berusaha membahas hal ini. Namun, "hidangan yang relatif lengkap" baru tersaji setelah Audrey R. Kahin dan George Mc T. Kahin menerbitkan laporan mereka. Judulnya, Subversi sebagai Politik Luar Negeri: Menyingkap Keterlibatan CIA di Indonesia (Pustaka Utama Grafiti, 1997). Laporan ini menguraikan berbagai informasi tentang peran Pusat Intelijen Amerika (CIA) dalam sejumlah gejolak hubungan pusat dan daerah, terutama sepanjang tahun 1950-1963--seusai penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Indonesia pada akhir tahun 1949. Seolah melengkapi apa yang sudah diungkapkan oleh suami-istri Kahin, Hadi Soebadio menulis buku Keterlibatan Australia dalam Pemberontakan PRRI/Permesta. Paparan yang dibuat Hadi lebih lugas dan rinci. Tadinya...

Wangsit

Onghokham*) S AYA ini seorang sejarawan. Dalam ilmu sejarah memang ditelusuri kisah banyak raja, dinasti, dan penguasa masa silam lainnya, termasuk menteri, jenderal, bupati, bahkan orang kayanya. Sementara itu, di masyarakat kita, perkara kekuasaan dan kekayaan sering dihubungkan dengan hal-hal gaib atau mistik, termasuk dengan apa yang disebut sebagai wangsit. Wartawan dalam dan luar negeri sering bertanya kepada saya tentang hal ini. Perbedaannya adalah isi pertanyaannya. Wartawan Indonesia akan bertanya kepada saya, betul tidak ada wangsit atau masalah gaib/mistik yang berkaitan dengan kekuasaan, atau sampai di mana ada kekuatan tersebut. Sedangkan wartawan asing akan bertanya kepada saya, sejauh mana penguasa di Indonesia dipengaruhi mistik/wangsit/dukun dalam mengambil keputusan politik. Khususnya pada zaman Soeharto, banyak wartawan dalam dan luar negeri menanyakan hal ini. Kedua pertanyaan itu sesungguhnya membuat saya agak kesal. Saya bukan penguasa ataupun dukun, melainkan se...

Ritual Nasional yang Lahir dari Perlawanan Surabaya

Oleh Wiratmo Soekito P ERLAWANAN organisasi-organisasi pemuda Indonesia di Surabaya selama 10 hari dalam permulaan bulan November 1945 dalam pertempuran melawan pasukan-pasukan Inggris yang dibantu dengan pesawat-pesawat udara dan kapal-kapal perang memang tidak dapat mengelakkan jatuhnya kurban yang cukup besar. Akan tetapi, hasil Perlawanan Surabaya itu bukannya  kekalahan, melainkan, kemenangan . Sebab, hasil Perlawanan Surabaya itulah yang telah menyadarkan Inggris untuk memaksa Belanda agar berunding dengan Indonesia sampai tercapainya Perjanjian Linggarjati (1947), yang kemudian dirusak oleh Belanda, sehingga timbullah perlawanan-perlawanan baru dalam Perang Kemerdekaan Pertama (1947-1948) dan Perang Kemerdekaan Kedua (1948-1949), meskipun tidak semonumental Perlawanan Surabaya. Gugurnya para pahlawan Indonesia dalam Perlawanan Surabaya memang merupakan kehilangan besar bagi Republik, yang ketika itu baru berumur 80 hari, tetapi sebagai martir, mereka telah melahirkan satu ri...