D I usianya yang kini 91 tahun, kulit-kulit Nyak Sandang, keuchik atau kepala Kampung Lheut Lamno, Aceh Jaya, salah seorang warga Aceh yang punya andil menyumbangkan harta kekayaan keluarganya untuk membeli dua pesawat pertama Indonesia, Seulawah RI-001 dan Seulawah RI-002, benar-benar sudah berkeriput. Matanya pun tak awas lagi lantaran katarak di mata sudah menghalangi pandangannya secara jelas. Demikian pula kesehatannya tak seprima saat di usia 23 tahun, ia bersama ayahnya menemui Presiden Soekarno yang datang pertama kalinya ke Tanah Rencong. Tapi sosok itulah yang pernah sangat berjasa untuk bangsa ini. Ketulusannya bersama sejumlah warga Aceh lain, menyumbang Pemerintah RI di awal terbentuknya untuk membeli pesawat dan kini berwujud menjadi maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia, tidak lekang diterpa zaman. Surat obligasi Pemerintah Indonesia tahun 1950 menjadi bukti Nyak Sandang sebagai salah seorang yang ikut menyumbangkan harta kekayaannya untuk membeli pesawat p...